Meaningless Part 1

12 Agustus 2010

Sebuah senyuman keluar dari mulut mbeweh ini tatkala sedang memikirkan kata-kata apa yang akan aku tuliskan..
Senyuman yang merupakan mixing dari sebuah rasa kebahagiaan dan rasa takut yang sangat dalam..
Tak tahu akan memilih kata apa yang tepat untuk mewakili perasaanku ini..
Tangan mulai kebingungan memilih huruf apa yang akan dirangkai menjadi sebuah KATA..
Ibarat penyakit, seperti komplikasi antara BOKER yang tak berujung dan juga ANOREKSIA..
Dan tiba-tiba, wajah itu terlintas dalam benakku..
Sekelebat, bagaikan penampakan di program reality show DUNIA KAIN..
Di iringi dengan suara Agnes Monica yang teriak-teriak melantunkan nada-nada oktaf ke-9, senyum ini mulai merekah kembali..
Mengingatmu, membuatku bahagia dan takut disaat yang bersamaan..
Bahagia bisa mengenalmu..
Bahagia bila dekatmu..
Bahagia bila melihatmu tersenyum..
Dan bahkan aku bahagia bila kau bisa kentut dengan lancar..
Di sisi lain.. aku takut..
Aku takut bila semua ini harus berakhir..
Aku takut bila ternyata aku tidak bisa membahagiakanmu..
Aku takut bila ternyata aku tak pantas untukmu..
Aku takut bila.. harus menyakitimu..
Aku takut bila.. Diriku membuat nafsu makanmu hilang..
Aku takut..
Apakah yang harus aku lakukan???
Di persimpangan ini memang sulit untuk mengambil arah yang mana..
Perlu banyak pertimbangan dan 1000 kali berpikir..

Namun aku tak perlu berpikir 1000 kali...
untuk memBAHAGIAkanmu..
tak usah pikirkan aku..
karena begini saja aku sudah BAHAGIA..

2 komentar:

Tri Kartika Wati mengatakan...

entri mu yang ini "ngena" banget pao ...
likes this banget ...
hahahahahaha..
(andai ada yang mencintaiku seperti itu .... wkwkwkwkwk)

Edy Budi Winardi mengatakan...

aku juga merasakan "minder" seperti yang kau rasakan juga mper.. :)
but as I said.. gak boleh minder... throw it away.. :)

Posting Komentar